Ushul fikih kitab nafahat syarah waraqath
BAHASAN KE 1-7
(وَأَصُولُ الْفِقْهِ) أَي الَّذِي وُضِعَ فِيْهِ هَذِهِ الْوَرَقَاتُ (طُرُقُهُ) أَيْ طُرُقُ الْفِقْهِ (عَلَى سَبِيْلِ الْإِجْمَالِ) كَمُطْلَقٍ الْأَمْرِ وَالنهيِ وَفِعْلِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْإِجْمَاعِ وَالْقِيَاسِ وَالْإِسْتِصْحَابِ مِنْ حَيْثُ الْبَحْثُ عَنْ أَوْلِهَا بِأَنَّهُ لِلْوُجُوْبِ وَالثانِي انَّهُ لْلحُرْمَةِ وَالْبَاقِي بِأَنَّهَا حُجَجٌ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِمَّا سَيَأْتِي مَعَ مَا يَتَعَلَّقُ بِهِ.. بخلاف طُرُقِهِ عَلَى سَبِيلِ التَّفْصِيل نحو أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَقْرَبُوُا الزَّنَى وصَلَاتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الكَعْبَةِ كَمَا أَخْرَجَهُ الشَّيْخَانِ وَالْإِجْمَاعِ عَلَى أَنَّ لِبِئْتِ الْابْنِ السُّدُسُ مَعَ بِنْتِ الْصُلْبِ حَيْثُ لَا معصِّبَ لَهُمَا وَقِيَاسِ الْبُرِّ عَلَى الْأَرْزِ في امْتِنَاعِ بَيْعٍ بَعْضِهِ بِبَعْضٍ إِلَّا مثلاً بِمثْلٍ يَدًا بِيَدٌ كَمَا رَوَاهُ مُسْلِمٍ واستصْحَابِ الطَّهَارَةِ لِمَنْ شَكٍّ فِي بَقَاتِهَا، فَلَيْسَتْ مِنْ أُصُوْلِ الْفِقْهِ .وَإِنْ ذُكِرَ بَعْضُهَا فِي كُتُبِهِ تَمْثِيلًا
✍🏼harfiahnyah..
Ushul fiqh yang merupakan isi pembahasan kitab Al-Waraqat ini yaitu dalil-dalil fiqh ijimali (global), seperti Mutlaknya amr nahi, perbuatan Nabi SAW, ijma', qiyas, dan istishhab, dari sisi pembahasan bahwa dalil yang pertama )mutlaknya amr) menunjukan wajib, yang kedua menunjukan haram, dan yang lain sebagai hujjah hukum, serta hal-hal lain yang akan diterangkan setelah ini bersama keterangan yang terkait Beda halnya dalil fiqh tafshili terpeinci sperti
pertama
أقيموا الصلاة
kedua
ولا تقربوا الزنى
3). Nabi saw shalat di dalam Ka'bah (HR Bukhari-Muslim)
4). Ijma bahwa cucu perempuan dari anak laki-laki bersama dengan anak perempuan kandung mayit mendapat bagian seperenam, jika tidak ada waris lain yang menjadikan ashabah pada keduanya
5) Pengqiyasan beras pada gandum dalam hal larangan menjual sebagian dengan sebagian yang lain, kecuali timbangannya, dan diserah terimakan langsung, sebagaimana hadist riwayat Imam Muslim
(6). Meneruskan hukum suci bagi orang yang ragu-ragu dalam kesuciannya.
▶️nah (Semua dri 1-6) bukan termasuk sama ushul fiqh, meskipun sebagian disebutkan dalam kitab ushul sebagai contoh
(وَكَيْفِيَّةُ الْإِسْتِدْلَالِ بِهَا) أَيْ بِطُرُقِ الْفِقْهِ مِنْ حَيْثُ تَفْصِيلُهَا عِنْدَ تعارضِهَا لِكَوْنِهَا ظَنَّيَّةٌ مِنْ تَقْدِيمِ الخاص عَلَى الْعَامِ، وَالْمُقَيَّدِ عَلَى وَغَيْرِ ذَلِكَ.
✍🏼harfiahnyah
dan termasuk ushul fiqhi nyaitu toeri pengambilan dalil, yakni dalil ijmali dari sisi perinciannya, ketika ada pertentangan, karena dalil tersebut bersifat dhan. Hal ini berupa mendahulukan dalil khash dari dalil 'am, dalil muqayyad dari dalil yang mutlak dan lain-lainyah
وَكَيْفِيَةُ الْاسْتِدْلَالِ بِهَا تَجْرُ إِلَى صِفَاتِ مَنْ يَسْتَدِلُّ بِهَا وَهُوَ الْمُجْتَهِدُ..
Teori pengambilan dalil di atas, menuntut kriteria orang yang melakukannya, yakni mujtahid
فَهَذِهِ الثَّلَاثَةُ هِيَ الْفَنَّ الْمُسَمَّى بِأَصُوْلِ الْفِقْهِ لِتَوَقُّفِ الْفِقْهِ عَلَيْهِ
Ketiga pembahasan inilah cabang ilmu yang disebut ushul fiqh, karena fiqh tergantung pada ketiganya.
📝syurahanyah
Ushul fiqh yaitu disiplin ilmu yang mencakup tiga pembahasan
1 Dalil-dalil fiqh yang global (ijmali)
2. Teori pengambilan dalil ijmali dari sisi perinciannya, bukan dari sisi kaidah umumnya.
3. Syarat-syarat seorang mujtahid.
▶️ Ada dua macam dalil fiqh
1. Dalil ijmali (global), contoh amr menunjukkan wajib secara hakikat dan lain-lain.
2. Dalil tafshili (terperinci)
contoh dalam QS. An-Nisa:23
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
harfiahnyah
Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" Dalil ini merupakan dalil juz'i (tafshili), karena telah berkaitan dengan permasalahan khusus, yaitu zina dan juga telah menunjukkan hukum khusus yaitu haramnya zina.
✒️isykalan 1
Apakah pengertian dalil ijmalı?
Jawab isykalan
nyaitu Dalil yang belum berkaitan dengan sebuah permasalahan yang berbentuk kaidah-kaidah umum.
dalam syarah an-nafahat masih halaman 32
(عَلَى سَبِيلِ الإِجْمَالِ ) أَي حَالَةَ كَوْنِ تِلْكَ الطُّرُقِ عَلَى صِفَةٍ هِيَ إِجْمَالها أَي عَدَمٍ تَعْيِيْنِِ مُتَعَلَّقِهَا وَهُوَ الْحُكْمُ الَّذِي يَثْبُتُ بِهَا بِأنْ لا تَكُونَ مُرْتَبِطَةً بِحُكْم بِعَيْنِهِ مِنْ كُلِّ الْأَحْكامِ أَوْ بَعْضِهَا فَيَكُوْنُ الْمُرَادُ بِالطُّرُقِ عَلَى سَبِيلِ الْإِجْمَالِ الْقَوَاعِدُ الْكَليَّةُ كَقَوْلِهِمْ الْأَمْرُ لِلْوُجُوبِ حَقِيقَةٌ
✍🏼harfiahnyah
perkataan mushonnif scara ijmali ,nyaitu dalil dalil ke adaan tersebut masih bersifat global ( ijmali) yakni belum berkaitan dengan sebuah permasalahan, yakni hukum yang ditetapkan oleh dalil tersebut. Dengan demikian dalil tersebut belum berkaitan dengan hukum tertentu, secara menyeluruh atau sebagian. Maka maksud dari dalil-dalil yang global ialah kaidah-kaidah yang umum seperti amr menunjukan arti wajib secara hakikat
✒️isykalan ke 2
Apakah pengertian dalil tafshili dan bagaimana contohnya?
Jawab isykalan
Dalil tafshili ialah dalil yang bersifat terperinci (juz'i) yang telah berkaitan dengan sebuah permasalahan khusus serta menjelaskan hukum yang khusus
di terangkan dalam kitab
وَالأَدِلَّةُ التَفْصِلِيَّةُ الأَدِلَّةُ الجزئية التي يَتَعَلَّقُ كُلُّ مِنْهَا بِمَسْأَلَةٍ خَاصَةٍ وَيَنْصُّ عَلَى حُكْمٍ مُعَيَّنٍ لَهَا مِثْلُ قَوْلَهُ تَعَالَى حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ فَهَذَا دَلِيْلٌ تَفْصِيلِي أَي دَلِيلٌ جُزْنِي يَتَعَلَقُ بِمَسْأَلَةٍ خَاصَّةٍ وَهِيَ نِكَاحُ الأُمَّهَاتِ وَبَدُلُّ عَلَى حُكْرٍ مُعَيَّنِ هُوَ حُرْمَةُ نِكَاحِ الْأُمَّهَاتِ وَقَوْلُهُ تَعَالَى ( وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً) دَلِيلٌ جُزْنِي يَخُصُّ مَسْأَلَةٌ مُعَيَّنَةً وَهِيَ الزَّنِّى وَيَدُلُّ عَلَى حُكْمٍ خَاصٌ بِهَا وَهُوَ حُرْمَةُ الزَّنَى
الوَجِيزِ عَبْدُ الكريم زيدان ص (15)
✍🏼harfiahnyah
Dalil tafshili ialah sebuah dalil yang bersifat terperinci (juz'i) yang telah berkaitan pada sebuah permasalahan khusus dan juga menjelaskan pada hukum yang khusus. Seperti firman Allah: (diharamkan atas kamu (mengawini) ibumu). Ini adalah dalil tafshili, yakni dalil juz'i yang berhubungan dengan permasalahan khusus yaitu menikahi seorang ibu dan juga menunjukkan hukum khusus yaitu haramnya menikahi seorang ibu. Dan firman Alloh swt (Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk). Ini merupakan dalil juz'i (terperinci) yang berkaitan dengan permasalahan khusus yaitu zina dan juga menunjukkan pada hukum khusus yaitu haramnya zina
✒️isykalan ke 3
Dalam masalah
وكيفية الاستدلال
nyaitu teori pengambilan dalil terjadinya ta'arudl apakah antara dalil tafshili dan tafshili atau ijmali dengan ijmali?
Jawab isyakalan
nah Antara dalil tafshili dan tafshili.
dalam kitab latoiful isyarot halaman 17 bahasana
أصول الْفِقْهِ هُوَ طُرُقُ الْفِقْهِ الْمُجْمَلَةِ وَكَيْفِيَّةُ الاستدلال بها أَي بِطُرُقِ الْفِقْهِ الْإِجْمَالِيَّةِ لَكِنْ لَا مِنْ حَيْثُ إِجْمَالِهَا بَلْ مِنْ حَيْثُ تَفْصِيلِهَا عِنْدَ تَعَارُضِهَا فِي إِفَادَةِ الْأَحْكَامِ لِكَوْنِهَا ظَنِيَّةٌ مِنْ تَقْدِيمِ الخاص عَلَى الْعَامِ وَالْمُقَيَّدِ عَلَى الْمُطلَقِ وَالْمُبَيِّنِ عَلَى الْمُجْمَلِ وَغَيْرِ ذَلِكَ
✍🏼harfiahnyah
Ushul fiqhi adalah dalil-dalil fiqih yang global dan tata cara penggalian dalil (hukum) dengan menggunakan dalil figh global tersebut, akan tetapi bukan ditinjau dari segi globalnya, melainkan ditinjau dari segi tafshilinya ketika terjadi pertentangan di dalam menghasilkan hukum-hukum, karena dalil-dalil tersebut sebatas dugaan (dhan). Di antaranya, mendahulukan dalil khusus atas dalil umum, dalil muqayyad atas dalil mutlak dan dalil mubayyan atas dalil mujmal serta teori-teori lainnya
✒️isykalan ke 4
Apa perbedaan wilayah kerja ulama ushul fiqh dan fiqh?
Jawab isykalan
Tugas ahli fiqh adalah berbicara bahwasanya amr (perintah) dalam ayat
أَقِيمُوا الصَّلاةَ
menunjukkan hukum wajib dan nahi (larangan) dalam ayat
وَلَا تَقْرَبُوا الرِّنَا
menunjukkan hukum haram... nah Lain halnya dengan ahli ushul fiqh,yaitu dia berbicara mengenai tuntutan dari amr dan nahi, tanpa memandang pada satu contoh khusus
dalam kitab lathoiful isyaroh halaman 17 bahasana
وَظِيفَةُ الْفَقِيْهِ فَإِنَّهُ يَتَكَلَّمُ عَلَى أَنَّ الْأَمْرَ فِي نَحْرِ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ لِلْوُجُوْبِ وَالنَّهْيَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا لِلتَّحْرِيمِ بِخِلَافِ الْأُصُولِ فَإِنَّهُ يَتَكَلَّمُ عَلَى مُقْتَضَى الْأَمْرِ وَالنَّعْيِ مِنْ غَيْرِ نَظَرٍ إِلَى مِثالٍ خاص
✍🏼harfiahnyah
Tugas ahli fiqh adalah berbicara bahwasanya amr (perintah) dalam ayat: (Dirikanlah shalah!) menunjukkan hukum wajib dan nahi (larangan) dalam
ayat: (Dan janganlah kamu mendekati zina) menunjukkan hukum haram. Lain halnya dengan ahli ushul fiqh, dia berbicara mengenai tuntutan dari amr dn nahi tnpa memandang pda satu contoh khusus
pen
wallohu'alam bishowab

Posting Komentar untuk "Ushul fikih kitab nafahat syarah waraqath"